Gaet Produser ‘DESPICABLE ME’, Video Game Mario Bros Bakal Jadi Film

Tak bisa dipungkiri jika video game Mario Bros memang jadi salah satu ikon budaya yang sangat populer. Banyak orang begitu jatuh hati dengan kisah tukang ledeng Mario dan Luigi. Hal itu akhirnya membuat Nintendo berencana untuk mengadaptasi Mario Bros ke ranah layar lebar lewat film animasi. Dan kali ini, Nintendo memperhitungkan semuanya dengan matang.

 

Enggan film animasi dua saudara asal Italia ini mengecewakan, Nintendo pun menggaet Illumination Entertainment, anak perusahaan Universal sebagai produser. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan kerjasama Nintendo-Illumination sejak tahun 2015. Terpilihnya Illumination pun membuat film animasi SUPER MARIO BROS digadang-gadang bakal sukses. Karena beberapa karya mereka seperti DESPICABLE ME, MINIONS dan THE SECRET LIFE OF PETS mampu mengumpulkan ratusan juta dolar di seluruh dunia dan meraih pujian kritikus film.

 

Kelak saat kolaborasi ini terjadi, maka Universal dan Illumination diprediksi akan memiliki Intellectual Property (IP) setara milik Walt Disney atau Warner Bros. Nantinya film animasi SUPER MARIO BROS bakal digarap di studio Mac Guff milik Illumination di Paris, Prancis. Menjadi sebuah proyek serius, pencipta video game yang pertama rilis tahun 1985 itu yakni Shigeru Miyamoto bakal terlibat sebagai salah satu produser, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Versi Live-Action Mario Bros Dianggap Sampah

 

Adaptasi game Mario Bros ke ranah film sebetulnya bukan pertama kali bakal dilakukan oleh Illumination. Karena rupanya kisah Mario dan Luigi sebetulnya sudah pernah diusung ke ranah film live-action pada tahun 1993 silam. Hanya saja karya itu dianggap sebagai sampah dan bercokol di posisi kedelapan dalam daftar 10 film  adaptasi dewa poker video game terburuk versi Business Insider.

 

Diproduksi oleh Hollywood Pictures, film itu bahkan gagal total karena dari budget USD 48 juta (sekitar Rp 649 miliar) cuma bisa meraih USD 20,9 juta (sekitar Rp 282 miliar) yang membuat Nintendo rugi besar. Filmnya sendiri mengisahkan Mario (Bob Hoskins) dan Luigi (John Leguizamo), dua tukang ledeng Amerika-Italia yang tinggal di Brooklyn, New York dan dipecat dari perusahan konstruksi yang dipimpin Anthony Scapelli (Gianni Russo).

 

Setelah jadi pengangguran, Luigi terpikat pada mahasiswi bernama Daisy (Samantha Mathis) yang sedang menggali di bawah jembatan Brooklyn demi mencari tulang dinosaurus yang membuat mereka memasuki portal interdimensional. Di sana mereka berjumpa dengan King Koopa (Dennis Hopper) yang merupakan turunan Tyrannosaurus Rex yang ingin menguasai dunia dari pecahan meteorit yang dimiliki Daisy.

 

Tak Selamanya Film Adaptasi Video Game Gagal

 

Kendati memang ada banyak sekali film adaptasi video game yang gagal, faktanya tidak semua yang meraih hasil buruk. Hollywood bahkan memiliki catatan 10 film video game tersukses yang mampu mengumpulkan pundi-pundi dolar cukup besar. Kesepuluh film itu adalah LARA CROFT TOMB RAIDER: THE CRADLE OF LIFE, POKEMON: THE FIRST MOVIE, NEED FOR SPEED, RESIDENT EVIL: RETRIBUTION, ASSASSIN’S CREED, LARA CROFT: TOMB RAIDER, RESIDENT EVIL: AFTERLIFE, PRINCE OF PERSIA: THE SANDS OF TIME, THE ANGRY BIRDS MOVIE dan WARCRAFT.

 

Dari sepuluh film yang sudah disebutkan itu, mereka paling sedikit mengumpulkan USD 156 juta (sekitar Rp 2,1 triliun) dan tertinggi menyentuh USD 433 juta (sekitar Rp 5,8 triliun).Untuk WARCRAFT sendiri, pihak produksi yakni Legendary Pictures dan Blizzard Entertainment sudah berencana untuk menyiapkan sekuel karena memang memiliki basis penggemar video game yang sangat kuat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*