Lakukan Penyederhanaan Golongan Listrik, PLN Batal Hapus 900 VA

Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam beberapa waktu terakhir tengah disorot dengan rencana mereka melakukan penyederhanaan golongan listrik untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi. Melalui aturan yang tinggal menunggu persetujuan Menteri ESDM itu, nantinya golongan listrik pelanggan nonsubsidi 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA dan 4.400 VA akan dihapus. Sehingga cuma bakal menyisakan golongan listrik 5.500 VA dan 6.600 VA.

 

Hanya saja aturan ini tidak berlaku bagi pelanggan subsidi sehingga mau tak mau pelanggan nonsubsidi harus menambah daya listrik mereka. Dengan perubahan ini, pendapat PLN berpeluang besar meningkat tetapi mereka harus menanggung biaya penyesuaian kenaikan daya listrik pelanggan untuk penggantian pemasangan Miniatrure Circuit Breakter (MCB). Dilansir CNN Indonesia, berdasar jumlah pelanggan nonsubsidi PLN, hingga tahun ini total golongan listrik 5.500 VA ke atas hanya 969 ribu sementara golongan 900-4.400 VA mencapai 31,1 juta pelanggan.

 

Namun pada Kamis (17/11), PLN akhirnya membatalkan penghapusan golongan listrik nonsubsidi 900 VA yang mencapai 18,9 juta pelanggan. Dengan pembatalan ini, maka PLN bisa menghemat hingga 60 persen biaya penambahan daya listrik. Sehingga dengan demikian untuk golongan nonsubsidi hanya akan dihapus pada 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA dan 4.400 VA. Sekedar informasi, tarif listrik 900 VA nonsubsidi diterapkan Rp 1.352/Kwh. Sementara untuk golongan 1.300 VA ke atas adalah Rp 1.467/Kwh.

 

Atas keputusan ini, Direktur Utama PLN yakni Sofyan Basir pun angkat bicara, “900 VA tidak jadi dimasukkan kan golongan prasejahtera, ada subsidinya dd48ball di sana. Nanti kalau dilepas, tidak adil dengan golongan 450 VA. Saya pikir 900 VA tidak hari ini. Yang pasti penambahan daya gratis dan Tarif Dasar Listrik (TDL)tidak naik, untuk abonemen mengikuti batas bawah.”

 

Dana Penyederhanaan Golongan Listrik Capai Rp 1,5 T

 

Kementrian ESDM sempat menyebutkan kalau untuk kebutuhan mengganti MCB, PLN harus menggelontorkan uang Rp 1-1,5 triliun sesuai dengan biaya penggantian MCB yang mencapai Rp 30-50 ribu per pelanggan dan hitung-hitungan total 31,1 juta pelanggan nonsubsidi yang harus berpindah golongan listrik.

 

Namun dengan adanya pembatalan penghapusan golongan 900 VA, maka PLN menghemat antara Rp 567-945 miliar. Hanya saja kebijakan ini sempat menimbulkan problem yang dirasakan pelanggan nonsubdisi. Karena ada rumor yang menyebut kalau meski PLN menanggung biaya penggantian MCB, pelanggan masih dibebani tarif pengalihan daya. Tak main-main, dari daya 1.300 VA ke 5.500 VA membutuhkan Rp 4,06 juta dan terkecil dari daya 4.400 VA ke 5.500 VA yakni Rp 1,06 juta.

 

Penyederhanaan Golongan Listrik Dimulai di Jawa

 

Kendati masih menimbulkan polemik di masyarakat dan Kementrian ESDM sendiri, PLN sudah memiliki rencana matang terhadap penyederhanaan golongan listrik ini. Nantinya proses akan dilakukan di seluruh Indonesia tetapi dimulai terlebih dahulu di pulau Jawa yang memang dikenal paling padat.

 

Sofyan menjelaskan kalau pelaksanaan penyederhanaan golongan listrik ini akan dilakukan pada tahun 2018. Dia pun menegaskan kalau pelanggan tak akan dikenai biaya tambahan daya. Hanya saja karena masih sebatas rencana dan belum mendapat persetujuan langsung pemerintah, PLN belum membahas secara detail

 

Atas rencana kebijakan baru PLN ini, pihak YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) cukup khawatir karena bisa saja membebani konsumen nonsubsidi. Karena meskipun TDL dijamin tidak naik, beban minimal untuk 1.300 VA yang Rp 129 ribu akan berubah jadi Rp 320.800 sesuai dengan golongan 5.500 VA.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*