No Picture

Tentang Obsesi Revolusi dari Mike Wiluan Serta Sejarah Gresik pada film GRISEE

June 20, 2018 rizal 0

Mike Wiluan baru saja datang saat makan siang telah berjalan. Dengan topi khasnya yakni topi koboi, serta headphonenya ‘nyangkut’ di leher, dan juga membawa sebotol teh kemasan, ia nampak sibuk bercakap-cakap dengan para kru studio yang dimilikinya, Infinite Studio yang ada di Batam, Kepulauan Riau tepatnya beberapa waktu yang lalu.

 

Mengenal Mike Wiluan

Mike Wiluan adalah seorang sineas berdarah Indonesia yang sudah lama melalangbuana di kancah internasional. Ia tengah sibuk menggarap salah satu proyeknya yang dinilai sangat ambisius setelah filmnya yang berjudul Buffalo Boys yang bakal tayang tidak lama lagi. Proyek besarnya itu berjudul GRISEE, sebuah serial.

 

Sebenarnya, GRISEE merupakan serial yang menjadi proyek milik Mike Wiluan yang sudah dimulai beberapa waktu yang lalu. Serial ini juga pasalnya telah ada di benak dari lulusan Universitas Kent, Inggris, sejak bertahun-tahun lamanya. Sekarang GRISEE sendiri telah memulai proses produskinya dan juga ia mengizinkan beberapa media tertentu mengintip produksinya. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Mika juga menunjukkan gambaran GRISEE jauh lebih nyata dibanding yang pernah diungkapkan olehnya pada bulan November 2017 di Singapura.

 

Inspirasi Kisah GRISEE

Perlu diketahui bersama bahwa serial GRISEE ini kisahnya terinspirasi dari sejarah kota Gresik, Jawa Timur. Dalam serial ini diceritakan pemberontakan yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang dipimpin oleh seorang perempuan.

 

“Ini adalah waktunya buat perempuan,” kata Mika ketika berbincang dengan salah satu media di sela-sela aktifitas sibuknya di studionya pada bulan Mei 2018 ini. “Kami ingin sesuatu yang empowerment. Cerita ini juga menggambarkan momen saat perempuan merasa kurang dihargai, kurang dianggap penting, mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan dan menyenangkan bahkan juga dilecehkan. Dan tentu saja itu terasa normal (untuk sebagian besar masyarakat),” ungkapnya Lebih lanjut.

 

Ia juga mengatakan, “Dan yang ingin sekali saya lakukan dalam film GRISEE ini adalah kapan ketika ia menemukan seseorang yang membuatnya merasa berbeda, melakukan sebuah perubahan dan juga berdiri bersamanya.”

 

GRISEE sendiri menggambarkan pemberontakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ada di sebuah kota yang dijajah oleh Belanda pada tahun 1830-an. Sekelompok orang yang mana terdiri dari beberapa karakter kuat itu bersatu atas dasar keinginan untuk bisa mendapatkan kemerdekaan.

 

Mike sendiri tak hanya menyatukan orang-orang Indonesia dalam kelompok pemberontakan itu namun juga Tionghoa, Malaysia, hingga Jepang. Ia juga menyatukan beberapa karakter lintas bangsa karena mengingat Gresik dahulunya dikenal dengan gerakan sosial yang mana terjadi baru-baru ini. “Ini tak ada kaitannya dengan Me Too dan juga yang sejenis itu di sosial media. Ini lebih ke soal masyarakat yang berbeda dalam sebuah kehidupan sejarah. Mereka amat sangat kuat dan ingin sekali mengubahnya,” ungkap Mike lagi.

 

“Akan selalu ada sebuah gerakan dari kalangan masyarakat. Hal seperti ini pasti akan selalu terjadi. Selalu ada agen poker online yang muncul untuk melakukan hal seperti ini,” imbuhnya lebih lanjut lagi. Ia juga masih sangat berambisi soal idenya membangun serial GRISEE.

Saat itu, Mike menggambarkan dengan panjang lebar soal ideanya yang berkaitan dengan serial GRISEE itu. Ia mengaku bahwa memang belum pernah ke kota yang berada di dekat Surbaya itu, namun ia tertarik untuk mempelajari sejarah kota tersebut dan akhirnya ia melakukan sebuah riset secara besar-besaran agar berpengaruh pada kualitas serialnya kelak.