No Picture

Sejarah dari Julukan Minions bagi Kevin/Marcus

January 4, 2018 rizal 0

Nama dari Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon nampaknya akhir-akhir ini sedang menjadi buah bibir. Bagaimana tidak? Pemain putra ganda Indonesia itu berhasil menorehkan prestasi yang luar biasa di musim kompetisi tahun 2017. Nah, uniknya mereka mendapatkan julukan ‘Minions’ yang mana makin mendunia bersama dengan kehebatan mereka dalam bertanding.

Seperti julukan yang diberikan kepada yang lainnya misalnya ‘King Smash’ yang diberikan pada Liem Swie King, serta ada ‘Bola Karet’ yang mana diberikan pada Lius Pongoh., serta ada ‘Red Devils’ yang sudah dikenal sebagai julukan dari tim kesebelasan Manchester United, julukan ‘Minions’ pun lekat dengan sosok Kevin dan Marcus akhir-akhir ini.

Pencetusnya tak lain adalah Stephanie Zen. Ia adalah seorang penggemar bulu tangkis juga. Julukan minion ini ternyata butuh waktu yang lama untuk bisa dikenal dan juga mendunia. Tidak dengan waktu yang singkat juga bisa langsung dikenal dan juga mendunia seperti sekarang ini. pasti semua orang sudah penasaran sekali mengapa julukan ini diberikan kepada Kevin dan Marcus? Mengapa juga minons? Minions dikenal dengan karakter animasi dari sebuah rumah produksi Hollywood yang mana sudah sangat terkenal juga di kalangan masyarakat umum.

Asal Muasal Julukan Minions

Ketika ditanya soal ini, Stephanie langsung menyatakan, “Pertama kali saya lihat mereka main itu di SEA Games 2015 dan saya waktu itu langsung suka. Soalnya saat mereka bermain kelihatan sangat seru. Mereka menurut saya lincah dan cepat. Arah pukulan Kevin, ya terutama, sangat sulit untuk ditebak.

Sekitar satu bulan setelah aksi Kevin dan juga Marcus di SEA Games 2015 itu, Stephanie mendapatkan julukan minions. Dan saat itu lah juga Kevin dan Marcus tengah tampil di ajang bergengsi Taiwan Grand Pix Gold. dan julukan tersebut diucapkan oleh Stephanie tepatnya pada tanggal 17 Juli 2015.

“Terucap begitu saja julukan itu. karena lihat mereka main di lapangan, ya, seolah-olah memantul ke sana ke mari sama seperti Minions yang ada di film Despicable Me yang di sana Minionsnya sering heboh dan loncat-loncat juga,” imbuhnya dilansir dari CNN Indonesia. “Selain itu juga, apabila saya bandingkan dengan pemain ganda putra yang lainnya, ukuran dari Kevin dan Marcus ini terbilang lebih ‘mini’” ucap Stephanie sambil tertawa.

Ketika pertama kali ia menjuluki pemain ganda putra yang hebat itu dengan sebutan Minions, belum banyak respons yang datang dan didapatkan oleh dirinya. “Waktu pertama kali sih belum banyak ya yang merespons. Mulai banyak yang respons itu sekitar bulan September 2015. Saat mereka ada turnamen di Jepang dan juga di Korea,” ungkapnya.

“Pada akhir 2015 juga penampilan mereka bisa dibilang mulai menanjak bagus sekali dan bisa mencapai puncaknya ketika menang super series dewa poker pertama kalinya di India pada tahun 2016. Dan setelah itu juga mereka menang di China dan Australia di tahun 2016 juga,” jelasnya lebih mendetail dan rinci.

Ternyata Stephanie sendiri pernah bertemu dengan Kevin dan juga Marcus langsung sesudah dirinya memberikan julukan Minions pada kedua putra yang menjadi nomor satu dunia tersebut. “Pernah waktu itu kami ketemu. Dan dikenalkan juga oleh teman saya ke mereka kalau saya yang memberikan julukan Minions. Tapi waktu itu Kevin dan Marcus lagi buru-buru dan hanya mengucapkan salam saja,” akunya yang setelah itu sempat beberapa kali lagi bertemu pemain ganda putra hebat itu.

No Picture

Rumor Indra Sjafri ke SFC, Simon Mcmenemy Latih Timnas U-19?

December 4, 2017 rizal 0

Sebagai seorang pelatih, Indra Sjafri memang sukses memperkenalkan bibit-bibit muda masa depan sepakbola Indonesia. Sebut saja nama-nama seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman adalah hasil olesan Indra yang kini menjadi idola banyak masyarakat. Hanya saja racikan Indra sepertinya masih gagal membuat Timnas U-19 meraih gelar juara dalam Piala AFF U-18 2017. Bahkan Timnas harus rela digulung Korea Selatan dan Malaysia dalam dua ajang terakhir Kualifikasi Piala Asia U-19 2018.

 

Meskipun tetap bisa melanggeng ke Piala Asia U-19 2018 dengan status sebagai tuan rumah, PSSI sepertinya tidak terlalu puas dengan prestasi Indra. Dalam beberapa hari terakhir, rumor ramai berhembus kalau pelatih asal Sumatera Barat itu dipecat dari timnas U-19. Meskipun akhirnya pihak Komite Eksekutif (Exco) PSSI memastikan kalau rumor itu tidak benar. “Tidak ada pemecatan terhadap Indra. Yang ada Indra dinonaktifkan kraena dianggap gagal dalam dua ajang terakhir yang diikuti Timnas Indonesia U-19,” jelas Very Mulyadi, anggota Exco PSSI seperti dilansir Bolasport.

 

Hanya saja kabar terbaru justru kembali muncul di mana nama Indra masuk dalam daftar target pelatih Sriwijaya FC (SFC). Selain Indra, SFC kabarnya sedang ingin menggaet Rahmad Darmawan, Nil Maizar hingga Jafri Sastra untuk menukangi SFC di Liga 1 musim 2018 mendatang. Namun ketika dihubungi Sripp, Presiden klub SFC yakni Dodi Reza Alex memilih bungkam. Dodi berdalih kalau semua pernyataan resmi mengenai kabar pelatih baru SFC akan diungkapkan setelah kompetisi Liga 1 resmi berakhir.

 

Kode Keras Dari Pelatih Bhayangkara FC Untuk Timnas U-19

Dan di tengah rumor Indra yang tidak akan dilanjutkan kontraknya oleh PSSI. nama Simon Mcmenemy justru ramai disebut-sebut bakal menggantikannya. Pelatih Bhayangkara FC ini bahkan mengaku tertarik melatih Timnas U-19. Dalam pernyataannya hari Sabtu (11/11), Simon angkat bicara, “Melatih timnas adalah sebuah kebanggaan, saya pernah merasakannya.”

 

Bukan tanpa alasan jika Simon akan bisa jadi pertimbangan kuat PSSI ke depannya. Karena sekedar informasi, skuad Bhayangkara FC yang berhasil menjadi juara Liga 1 Indonesia musim 2017 ini dihuni 10 pemain berstatus usia di bawah 23 tahun. Sehingga Simon sudah memiliki pengalaman melatih para pemain-pemain Togel online muda.

 

“Sekarang masih tentang bagaimana kami menikmati gelar juara. Namun tidak ada yang tahu saat masa libur musim tiba. Terlepas dari hal itu, pelatih timnas U-19 yang sekarang sudah menjalankan pekerjaan dengan sangat baik,” tutup Simon. Bicara soal melatih tim nasional sebuah negara, pria asal Skotlandia berusia 39 tahun itu pernah menjadi pelatih timnas Filipina serta pelatih akademi di tim promosi Premier League, Brighton and Hove Albion.

 

Mengintip Rahasia Juara Ala Simon Mcmenemy

Mendapat tanggung jawab menukangi klub yang dihuni mayoritas pemain muda tak membuat Simon putus asa. Bahkan di akhir musim, Bhayangkara FC sukses menjelma menjadi klub Liga 1 tersukses dengan paling banyak meraih kemenangan. Beberapa pemain muda Bhayangkara FC sudah sangat memiliki pengalaman di level internasional seperti Evan Dimas, Awan Setho, Putu Gede sampai Ilhamudin Armayn.

 

“Kami punya tim yang kuat di laga kandang dan tandang dengan lawan yang bisa dibilang tim besar. Daripada bertanya tentang kontroversi, kenapa tidak berikan apresiasi pada kerja keras tim kami? Kunci sukses kami adalah memiliki skuad yang bagus, pemain yang selalu bekerja sangat keras dan tidak pernah menyerah. Saya suka dengan pemain seperti ini,” tutup Simon.