No Picture

Malaysia Dan RI Sepakat Lawan Kebijakan Diskriminatif UE

December 9, 2017 rizal 0

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan bahwa baik Malaysia dan Indonesia sepakat tentang pembatasan impor yang diberlakukan oleh Uni Eropa (UE) terhadap minyak kelapa sawit tidak adil. Kedua perwakilan negara tersebut akan bersama guna melawan kebijakan diskriminatif yang mempengaruhi 18 juta petani di kedua negara ini. Tentu ini bukan langkah yang mudah bagi keduanya.

Kesepakatan Bersama RI-Malaysia

Malaysia akan bekerja bahu membahu bersama Indonesia untuk melawan kebijakan diskriminatif yang dikeluarkan oleh Uni Eropa terhadap minyak kelapa sawit. Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak dan Presiden Indonesia Joko Widodo, dalam sebuah konferensi pers bersama, mengatakan bahwa kebijakan diskriminatif itu tidak adil bagi 600.000 petani kecil di Malaysia dan 17,5 juta petani di Indonesia. Keduanya sepakat untuk mencari solusinya.

Ya, dalam pertemuan konsultatif tahunan ke-12 Malaysia -Indonesia pada hari Rabu, Najib dan Presiden Indonesia Joko Widodo, di sebuah konferensi pers bersama, mengatakan bahwa kedua negara sepakat jika kebijakan EU tidak adil bagi petani di Malaysia dan Indonesia dan tidak boleh dilanjutkan. Najib mengatakan bahwa kebijakan diskriminatif menimbulkan dampak negatif pada industri kelapa sawit dan mempengaruhi pendapatan dan mata pencaharian bandar togel sgp  untuk petani kelapa sawit di kedua negara tersebut.

Dia mengatakan bahwa para pemimpin kedua negara akan mencari solusinya. Di sisi lain, ketua dewan Uni Eropa Donald Tusk merasa prihatin dengan tindakan apa yang akan dilakukan oleh kedua negara tersebut. Dia mengatakan bahwa menteri Malaysia telah bertemu dengan perwakilan Uni Eropa. Indonesia juga akan bertemu dengan perwakilan Uni Eropa di Jakarta segera. Malaysia juga akan mengirimkan delegasi ke Indonesia.

Kesepakatan Lain Untuk Kepentingan Bersama

Najib mengatakan pada masalah ini, dilihat dari sudut ASEAN sebagai sebuah komunitas, hak asasi manusia harus dipertahankan. Tokoh dan Tebedu di Sarawak akan dibuka kembali setelah kesepakatan dengan Indonesia ditandatangani. Ya, setelah perjanjian penyeberangan perbatasan dan perjanjian perdagangan perbatasan ditandatangani, Entikong dan Tebedu di Sarawak juga akan dibuka kembali.

Najib juga menjelaskan dalam diskusi dengan Presiden Indonesia Joko, keduanya sepakat untuk membuka kembali Entikong dan Tebedu untuk memberi manfaat bagi orang-orang dari dua negara yang tinggal di perbatasan.Dia menuturkan jika pemerintah negara bagian Sabah juga meminta untuk membuat pos perbatasan di Serudong dan Simanggaris.

Diskusinya sendiri akan diadakan dalam perjanjian perdagangan perbatasan berikutnya. Dia mengatakan pada prinsipnya, Malaysia setuju dengan permintaan yang dibuat oleh Indonesia untuk meningkatkan jumlah pusat pembelajaran masyarakat di Sabah dan Sarawak.Saat ini, Sabah memiliki 68 dan Sarawak 10. Proposal akan diajukan setelah keputusan tentang Sarawak dan Sabah tersebut didiskusikan dengan Indonesia.

Kedua negara juga sepakat untuk mendirikan pos perbatasan untuk mencegah kelompok militan seperti Khalifa dan Daesh. Kementerian pertahanan kedua negara akan membahas jumlah pos perbatasan. Dia mengatakan Malaysia dan Indonesia juga sepakat untuk menjajaki potensi di daerah perbatasan untuk menemukan cara yang sesuai bagi pembangunan bersama untuk menguntungkan kedua negara. Ini akan melibatkan sektor pertanian bernilai tinggi, zona perdagangan bebas, industri kecil dan menengah dan lain-lain.

Najib mengatakan kedua negara sepakat untuk menyelesaikan perselisihan lama mengenai laut Sulawesi dan daerah lainnya setelah baik Malaysia maupun Indonesia memiliki respon positif terhadap Myanmar dan Bangladesh dalam penyelesaian masalah Rohingya. Ketika pemerintah Myanmar mencapai konsensus dengan pemerintah Bangladesh mengenai isu Muslim Rohingya, Malaysia dan Indonesia bereaksi dengan cara yang positif.

Sumber : www.liputan6.com