No Picture

Hanya Satu Jam Operasi, TNI-Polri Bebaskan 346 Warga di Papua

December 14, 2017 rizal 0

Jumat (17/11) pagi kemarin, aparat gabungan dari satuan-satuan elit TNI-AD dan kepolisian Papua berhasil membebaskan 1.300 warga desa Banti dan Kimbely di Tembagapura, Mimika, Papua. Ribuan warga yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sejak seminggu terakhit itu akhirnya bebas. Tak butuh waktu lama, operasi yang melibatkan 83 orang prajurit TNI-AD gabungan Kopassus, Yonif dan Raider itu hanya butuh satu jam 18 menit saja, seperti dilansir Tribun News.

 

Dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar, operasi yang sudah berlangsung lima hari sebelumnya itu dimulai dengan melintasi hutan rimba Papua yang lebat secara senyap. Hingga akhirnya pada hari Jumat pukul 07.00 WIT, para prajurit sudah tiba di luar desa yang dikuasai KKB. Penyerbuan dimulai pukul 07.45 dengan ledakan bom sebagai penanda. Para prajurit langsung masuk ke desa dan para penyandera kabur ke hutan tanpa bisa melakukan perlawanan. Tepat pukul 08.18 WIT, prajurit TNI sudah menguasai kedua desa. Meskipun anggota KKB sempat melepaskan tembakan di hutan, pasukan gabungan TNI-Polri memilih tidak melakukan pengejaran.

 

Sekitar pukul 14.00 WIT, proses evakuasi sudah berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban separatis mencapai 347 orang yang terdiri dari warga pendatang dan asli Papua, seperti dilansir Detik.Hanya saja warga asli memilih tetap tinggal di desa dan meminta jaminan keamanan dari aparat TNI dan jaminan logistik dari Pemda. TNI sendiri berencana membangun pos pengamanan permanen untuk menjaga para warga dari ancaman KKB.

 

Ada Satu Polisi Kena Tembak

 

Hanya saja dalam prosesnya ternyata ada penembakan yang dilakukan oleh KKB meskipun tidak ada laporan korban jiwa. Namun ternyata seorang anggota Polri tertembak di bagian kakinya. Hal ini dibenarkan oleh Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian. “Dari anggota Polri ada satu yang tertembak kakinya. Kami belum tahu kalau soal korban dari KKB karena medannya hutan berbukit sehingga sulit untuk disisir lokasinya. Tetapi sekali lagi saya pikir ini prestasi yang luar biasa karena seluruh sandera bisa diselamatkan.”

 

Sehari setelah aksi prajurit gabungan, korban yang tertembak di bagian kaki dilaporkan sudah dalam kondisi membaik meskipun masih dalam masa perawatan. Hal ini dilaporkan oleh Kombes AM Kamal selaku Kabid Humas Polda Papua.

 

OPM Beri Tantangan Perang Darat Untuk Indonesia

 

Keberhasilan TNI-Polri membuat banyak orang yang memuji. Namun hal berbeda diutarakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurut OPM, militer Indonesia terlalu berlebihan menghadapi KKB. Melalui email yang dikirim Sebby Sambon, juru bicara OPM dari Vanimo, Papua Nugini hari Jumat (17/11), ada tiga hal yang dikritisi pihak OPM, seperti dilansir Viva.

 

Pertama adalah militer Indonesia sampai menggunakan pesawat tanpa awak untuk melakukan pemanduan foto udara demi mendapatkan informasi lengkap tempat tinggal Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB OPM). Kedua, militer Indonesia sampai mengerahkan 5.000 prajurit saat ‘hanya melawan satu pucuk senjata TPNPB OPM’. Dan ketiga, OPM menilai TNI-Polri melanggar statuta Roma tentang Hukum Humaniter Perang Internasional di mana saat perang, kekuatan pasukan atau peralatan haruslah seimbang.

 

“Jika memang militer dan polisi Indonesia merasa jagoan, tunjukkan sikap kejantananmu dalam dunia perang saat ini di Tembagapura. Atas nama TPNBP, kami menantang militer Indonesia untuk berperang di darat, tidak lewat udara. Alasannya karena TPNPB OPM bukan negara, melainkan hanya suatu bangsa togel hongkong yang menderita di bawah penindasan,” jelas Sebby.